me and simple things

simple, nothing special, and ordinary...i'm clumsy, shy, sensitive, alter ego, not quite a hi-tech person, O__O sometimes need help to operate computer... hehehehe

Freigabe (03062010)

3 juni 2010, menurut sudut pandangku

Hari ini mungkin hari yang paling bersejarah dalam hidupku. Setelah beberapa masa yang kulewati, hari ini adalah hari terakhir kebahagiaan masa-masa menikmati masaku menyandang status sebagai seorang murid sekolahan. Aku sadar, tidak akan selamanya Aku terus menjadi seorang murid sekolahan. Seiring dengan waktu yang berputar maju, Aku akan mengganti statusku. Perlahan-lahan Aku akan meninggalkan Aku yang masih tidak mengetahui sesuatu apapun hingga akhirnya Aku akan mematangkan diriku dengan status yang selalu berubah pada saatnya. Waktu yang kulewati akhirnya tiba pada saatnya. Aku, melepaskan ikatan sebagai seorang murid sekolahan. Beberapa menit yang kulewati, Aku resmi menjadi seorang alumni…

Suasana gedung yang dipadati alumni, membuatku kegerahan karena pendingin ruangan yang tidak kurasakan sama sekali. Aku berusaha menikmati acara yang disuguhkan dengan bercucuran keringat yang jatuh lewat pelipis kananku. Sambil perlahan mengusap keringat yang akan membuat dandananku luntur, Aku kembali mengingat masa-masa yang selalu Aku lewati. Terbayang rasa perih melepas ini semua. 3 tahun yang singkat ini, Aku juga merasakan apa yang alumni lainnya rasakan. Hal-hal yang sangat ekstra di samping pelajaran sekolah. Hal-hal yang berjalan dan mengalir dengan sendirinya, tanpa teori. Friendship, Prideful, Moral, Love…

Berbagai kilatan cahaya dari lampu kamera terlihat di setiap sudut gedung menyadarkan Aku dari lamunan singkatku. Sejenak melupakan hari-hari yang kulewati, Aku ikut mengukir senyum dengan yang lainnya. Aku berusaha sebanyak mungkin untuk banyak tersenyum, meluapkan emosi sesaat demi berfoto bersama. Kapan lagi Aku akan menikmati hal seperti ini? batinku. Acara sambutan yang sedikit membosankan akhirnya berganti menjadi acara yang lebih menarik lagi. Sekarang giliran acara musik dan parodi yang menampilkan suasana perpisahan semakin kental.

Walaupun musik dan acara parodi yang ditampilkan bisa sejenak mencairkan emosi wajah yang tertunduk, itu semua tidak sanggup mewakili hari-hari yang pernah kulewati selama 3 tahun. Hidangan yang tersedia pun tidak terlalu menarik perhatianku seperti biasanya. Perutku terasa sangat penuh. Aku lebih baik menguras tenagaku untuk bercanda seperti kemarin-kemarin.

Kemarin… waktu tidak akan kembali seperti kemarin…

Waktu semakin siang dan menjelang hari sore, acara pun selesai. Untuk yang ke sekian kalinya, para alumni berpamitan kepada guru-guru yang telah mengajar selama 3 tahun yang singkat. Saat ini pula, para guru melepaskan murid-murid didikannya untuk melangkah dan terus berjuang. Saat berpamitan dengan guru-guru, jujur! Aku tak kuasa membendung aliran air mata yang mungkin sudah menganak sungai di kedua pipiku. Dengan kata, “Semoga Sukses dan Terus Berjuang,” Aku berpamitan.

Pamit, sebagai simbol kata untuk melepaskan segalanya walaupun bukan akhir dari segalanya…

Aku pamit dengan kekesalanku, pada sekolahku. Entah mengapa, Aku merasa usahaku tidak pernah dihargai. Hari itu sebenarnya ada rasa kecewa pada raut wajahku. Hanya segelintir orang yang tahu betapa bangganya hari itu Aku mendapatkan suatu prestasi kecil yang sebenarnya ku sumbangkan untuk sekolah.

Aku pamit, kepada tempat yang selama 3 tahun ini Aku datangi dengan berusaha tepat waktu pada pukul 06.30.

Aku pamit, pada wajah-wajah yang mungkin sulit untuk Aku kenali di kemudian hari. Aku pamit dengan bangga, karena Aku bisa mendapatkan bekal untuk hidupku nanti.

As we go on

We remember

All the times we

Had together

And as our lives change

From whatever We will still be

Friends Forever

Aku pamit, dengan berat hati… kepada orang-orang yang telah mengukirkan cerita dalam ingatanku. Suka, duka, tawa, tangis, canda, marah… segalanya… tidak akan pernah kulupakan…

Aku pamit… meluapkan air mata maaf…

Aku pamit dengan permohonan maafku, kepada seseorang yang mungkin telah Aku sakiti ketika Ia memendam ketulusan untukku. Semoga Ia bisa menemukan sesuatu yang lebih dari seorang “Aku”

Aku pamit dengan hatiku yang mencoba rela, kepada seseorang yang hanya bisa Aku pandang dari kejauhan… Aku rela, melepas perasaan ini…semoga…

Aku pamit… Aku pamit dengan lega… Membuka lembaran baru ku di kalender bulan Agustus mendatang…

*Semoga teman-teman semua mendapatkan yang terbaik dan diberikan kekuatan hati menghadapi rintangan untuk mencapai cita-cita kalian…*